Sunday, October 12, 2008

SHALAHUDIN AL-AYUBI

Pada suatu hari, Shalahudin al-Ayubi sedang duduk di dalam perkemahan. Di saat dia sedang serius memberikan wejangan, tiba-tiba ada seorang perempuan kafir berdiri di depan perkemahannya. Perempuan berwajah muram ini berteriak dengan suara yang memekakkan telinga, sehingga suasana menjadi gaduh.

Melihat kejadian tersebut, para prajurit segera bertindak menjauhkan perempuan itu dari perkemahan. Namun, Shalahudin mencegah dan memerintahkan para prajurit agar membawa masuk perempuan itu. Begitu perempuan itu menghadap, pimpinan umat yang berhasil merebut kembali Jerusalem dari penguasaan Tentara Salib ini segera menanyakan hal yang menyebabkan perempuan itu bersedih. Ia menjawab, ''Anakku diculik dan suamiku disandera sebagai tawanan perang. Padahal, suamikulah yang memberikan nafkah buatku.

'' Pernyataan perempuan tersebut membuat Shalahudin terharu. Seketika itu juga dia memerintahkan para prajurit agar segera melepaskan suami perempuan itu. Dia juga memerintahkan para prajurit, agar mencari anak yang hilang diculik.

Mendapatkan perintah tersebut, secepat kilat para prajurit melaksanakannya. Sampai akhirnya berhasil mendapatkan anak yang diculik itu. Dan dengan segera pula, si anak diserahkan kepada ibunya. Betapa bahagianya perempuan itu mendapatkan suami dan anaknya kembali ke pangkuannya.

Perempuan tersebut sangat berterima kasih serta memuji Shalahudin. Mendengar pernyataan dari perempuan itu, Shalahudin berkata, ''Kami tidak melakukan sesuatu apa pun, kecuali apa yang telah diperitahkan oleh agama kami.

'' Mendengar ungkapan Shalahudin, perempuan itu lantas bertanya, ''Apakah agama tuan memerintahkan kasih sayang terhadap para musuh, serta membantu orang-orang yang lemah?'' ''Benar bunda,'' jawab Shalahudin. ''Islam adalah agama Allah di dunia ini. Agama-Nyalah yang senantiasa memberikan rahmat serta menjadi penyelamat bagi seluruh umat.

'' Mendapat jawaban ini, perempuan itu tergugah benaknya. Ia pun bersyahadat bersama suaminya. ''Saya mencintai agama yang senantiasa bertoleransi dan mulia itu, seperti yang tecermin dari sifat-sifat dan akhlak tuan.'

' Begitulah dakwah yang diajarkan Shalahudin. Ia menunjukkan dua hal sekaligus, Islam adalah agama yang santun dan mengajarkan toleransi. Dialah pemimpin Islam yang disebut dengan nada hormat, bahkan di kalangan pembesar Tentara Salib. Shalahudin menunjukkan, Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Islam membawa perasaan nyaman terhadap pemeluknya, juga membuat orang lain simpati.

(Muhammad Zaidun Khadliri, Hikmah , Republika)

Friday, September 19, 2008

Sebuah fasa ke arah usia dewasa

Aku tersedar dari sebuah mimpi yang tidak bermakna. Sebuah mimpi yang telah membuatkan aku lupa akan tujuan sebenarku di sini. Kini aku tahu apa yang perlu aku lakukan dan apa yang perlu aku tinggalkan. Kekecewaan ini mengajar aku seribu pengalaman yang amat membantu untuk aku menghadapi masa depan yang penuh ranjau dan onak duri. Kawan makan kawan, peribahasa yang sesuai untuk menerangkan keadaanku. Aku sebagai mangsanya. Hanya Allah SWT yang mampu membalas segalanya. Aku tidak musnah disebabkan hal ini tetapi bangkit untuk membuktikan sesuatu. Aku tidak kalah dan tidak akan sesekali mengaku kalah. Masih ada teman sejati di sisiku yang sanggup bersama tatkala suka dan duka. Hal ini hanya perkara kecil, perkara yang dapat diatasi dengan mudah sekali. Semoga aku diberikan kekuatan tersebut. Fokusku kini ke arah pelajaran, keluarga, rakan-rakan dan tanggungjawab sebagai pemimpin. Semoga aku mampu menegakkan dakwah Islamiah walau di mana jua aku berada. Bantulah aku wahai rakan-rakanku, sekiranya anda teman sejatiku.

Wednesday, September 17, 2008

Sedar Segalanya

Alangkah indahnya dunia kita
jika bertemu insan yang didamba
ada bersama setiap masa
tatkala suka dan duka

Alangkah indahnya dunia kita
pahit manis dilalui bersama
saling membantu bekerjasama
di bawah nur Yang Maha Esa

Namun begitu
hidup tidaklah selalu indah
hari tidaklah selalu cerah
turunnya dugaan penguji iman

Insan yang digelar rakan
tidaklah dinamakan sejati
menikam rakannya dari belakang
memanipulasi kelemahan insan

Bersyukur ke hadrat-Mu ya Allah
memberi petunjuk tatkala ku kebingungan
kini aku telah sedar segalanya
yang mana kaca dan permata